Uncategorized

Penistaan Al-Quran, Memihak.

Ukiran - Ukiran Perjuangan

meerkat-group-jpg-adapt-945-1Sudah beberapa pekan belakangan media kita diramaikan dengan berita soal penistaan al-Quran yang dilakukan oleh Bapak Ahok (Gub DKI non aktif) saat tengah berbicara di depan warga Kepulauan Seribu bulan September yang lalu. Divideo yang kemudian menjadi viral tersebut, Bapak Gubernur yang sejak lama memang menimbulkan letupan media ini mengucapkan kalimat yang dianggap oleh ulama (coba cek kajian MUI) menghina Al-Quran dan menghina Ulama. Secara khusus, ayat tersebut adalah surat Al Maidah ayat 51.

Isu ini kian santer terdengar di berbagai media setelah muncul seruan aksi di tanggal 4 November 2016 yang akan datang, dengan tuntutan Pak Ahok diperiksa dan diberikan hukuman. Di sebuah kajian Subuh, jamaah terbelah. Ada yang mengatakan, “Sebenarnya tidak perlu diributkan lagi, toh beliau sudah minta maaf”, ada yang bilang “beliau tetap harus diberikan hukuman, karena Indonesia memang negara hukum, meskipun sudah minta maaf, ya tetap harus diperiksa”, ada juga yang dengan cerdiknya memanfaatkan suasana dengan…

View original post 1,038 more words

Uncategorized

I travelled to Palestine-Israel and discovered there is no Palestinian-Israeli Conflict.

Palestinian Diary

My thoughts on the following Huffington Post article:

I travelled to Palestine-Israel and discovered there is no Palestinian-Israeli Conflict.

I came across this article on the Huffington Post website last week. It was shared by a group I follow on Facebook called Palestine Festival of Literature. PalFest often post insightful articles and comment pieces about political, social and cultural life in Palestine. I highly recommend following them if you are interested in hearing about the other side of Palestine, the unreported side.

I decided to share this article on my blog because it really struck a nerve with me. Since returning from the West Bank over a year ago, I have found it difficult to sum up my view on the political situation in the region. The following paragraph is an excerpt from the article. It was written by American journalist Ferrari Sheppard after his visit to the West Bank:

View original post 649 more words

Uncategorized

Seekor Kunang-Kunang

Egois sekali hanya ada saya di halaman ini.

Padahal saya bukan siapa-siapa. Bukan penulis bukan pula orator. Saya cuma sekecil kunang-kunang. Yang berusaha menyalakan setitik api di bulan. Apalah nama seonggok kunang-kunang. Ia kemudian saya namai sendiri akhirnya. Tiada yang tahu. Karena semua orang mungkin sudah tahu. Namanya Phi. Panggil saja begitu.

Tulisan itu kegiatan nomor dua baginya. Iya. Nomor dua saat nomor satu adalah sesuatu yang sudah seharusnya menjadi utama. Diusahakan! Agar kelak menjadi kecintaan.

Katanya: hanya satu cinta yang kelak akan menjadi mutlak.

kau lihat surga, padanya!

[]

tentang saya: okt/15