Liputan, Palestina

Israel Menunda Perawatan Kanker Bagi Anak-Anak Gaza

Sarah Algherbawi The Electronic Intifada Gaza Strip 28 Maret 2017

170327-white-phosphorous
Amunisi fosfor putih dihancurkan di utara Jalur Gaza selama pembongkaran yang diawasi pada Maret 2010. Ada anggapan bahwa persenjataan Israel menyumbangkan peningkatan yang signifikan terhadap penyakit kanker di sana. (Gambar: Yousef Deep/ APA)

 

Jihad adalah seorang bocah laki-laki dengan ambisinya. “Aku ingin tumbuh hingga menjadi astronot dan insinyur,” ucap bocah sembilan tahun itu. “bersamaan.”

 

Sebelum dia dapat meraih impiannya tersebut, Jihad harus sudah sembuh dari sebuah penyakit berat. Sekitar setahun lalu, ia divonis terkena kanker usus besar.

 

Diagnosis tersebut muncul setelah ia dibawa ke rumah sakit akibat keracunan makanan.

 

Bagi keluarganya, berita ini merupakan yang terbaru dari rangkaian tragedi-tragedi. Kembaran laki-laki Jihad terlahir dengan disabilitas parah dan meninggal setelah dua bulan.

 

“Aku sangat bahagia saat dokter memberitahu bahwa aku hamil anak laki-laki kembar,” kata ibu Jihad, Majda Ali. “Aku mulai bermimpi tentang bagaimana seandainya aku menjadi ibu bagi seorang dokter dan insinyur. Mimpi itu kemudian musnah.”

 

Majda tidak mengetahu penyebab kanker pada Jihad. Dia takut, bagaimanapun, mungkin itu ada sangkut pautnya dengan saat bagaimana ia terkena debu berjumlah besar dari bangunan-bangunan yang dibom Israel selama Operation Cast Lead, serangan ke Gaza pada akhir 2008 hingga awal 2009.

 

Ia mengetahui bahwa Jihad membutuhkan perawatan darurat. Dia telah dibawa ke spesialis di Jerusalem. Masih tidak jelas kapan–atau bahkan jika–Israel akan mengizinkan dia untuk bepergian.

 

Pertumbuhan kanker semakin meningkat di Gaza. Pejabat kementrian kesehatan telah memperkirakan bahwa ada 105 kasus kanker setiap 100.000 penduduk di Gaza untuk 1998-2008. Untuk 2009 -2014, menjadi meningkat menjadi 141 kasus setiap 100.000 penduduk, 41 persen lebih banyak dari periode sebelumnya.

 

Pertumbuhan kanker meningkat di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang, disebabkan oleh meningkatnya faktor penyebabnya seperti merokok, adopsi diet dari Barat dan gaya hidup yang kurang bergerak, juga tekanan lingkungan.

 

Namun di Gaza, ada perhatian utama bahwa persenjataan Israel mungkin menjadi salah satu faktor.

 

Penghambat

 

Israel diketahui telah bereksperimen dengan sejumlah senjata selama serangan 2008. Mereka melibatkan sebuah suplai misil dari US “bunker buster ” bernama GBU-39 dan fosfor putih, sebuah senjata yang mengakibatkan luka bakar parah.

 

Kecurigaan telah muncul bahwa beberapa misil yang digunakan oleh Israel dibalut dengan uranium dipipihkan, sebuah zat radioaktif.

 

Khaled Thabet, kepala departemen onkologi RS. Al-Syifa di Gaza, berkata bahwa penggunaan Israel terhadap uranium yang telah dipipihkan bisa jadi terkait pada peningkatan level kanker.

 

Hal ini telah dilaporkan juga, bahwa Israel telah menyemprotkan pestisida pada perkebunan di Gaza selama beberapa tahun. Penggunaan pestisida-pestisida beracun dan pupuk oleh para petani juga bisa menjadi kontribusi pada peningkatan laju kanker. Kanker usus besar mungkin disebabkan oleh adanya polutan pada makanan, menurut Thabet.

 

“Banyak pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan bagi para pasien kanker yang masih berkekurangan di sistem kesehatan Gaza,” kata Thabet memberitahukan The Electronic Intifada. “Fasilitas operasi juga tidak ada sama sekali.”

 

Lebih dari 15 persen dari seluruh pasien kanker membutuhkan operasi yang direkomendasikan untuk pergi ke luar Gaza, menurut Thabet. Rujukannya ke RS-RS di Israel, Tepi Barat yang diduduki, Mesir dan, sejumlah kasus, ke Jordan dan Turki.

 

Israel seringkali menghalangi usaha untuk memastikan pasien kanker menerima perawatan yang mereka butuhkan. Beberapa kasus gawat darurat, Israel telah memblokir pasien dari bepergian selama beberapa periode sekitar tiga atau empat bulan, tambah Thabet.

 

Ahmad al-Tannani berambisi pula. Dia ingin menjadi seorang bintang sepak bola.

 

“Ketika aku sudah sembuh, aku akan bermain sepak bola dan berlatih dengan giat,” ucap bocah delapan tahun itu.

 

Ahmad, penduduk kamp pengungsi al-Bureij di pusat Gaza, mengidap limfoma.

 

Setelah menjalani operasi, ia sekarang membutuhkan bentuk perawatan radiasi yang tidak tersedia di Gaza. Dia bisa saja dirawat di RS Israel, tetapi belum diperbolehkan untuk bepergian oleh otoritas Israel.

 

Pemerasan

 

Baru-baru ini data yang dipublikasikan mengindikasikan bahwa Israel telah mengetatkan larangan bepergian dari Gaza.

 

Gisha, sebuah kelompok pembela hak asasi manusia dari Israel, telah melaporkan bahwa ada 44 persen penurunan jumlah orang yang keluar Gaza lewat pos pemeriksaan militer Erez, pada Januari 2017, ketika dikomparasikan dengan tahun lalu pada bulan yang sama. Erez memisahkan Gaza dari Israel.

 

Pasien-pasien medis dan orang yang menemani mereka termasuk di antara kategori travelers yang terkena imbas dari penurunan tersebut, menurut Gisha.

 

WHO juga melaporkan bahwa Israel mengizinkan lebih sedikit orang-orang Palestina untuk bepergian menjalani perawatan medis.

 

Pada Januari tahun lalu, Israel menyetujui 78 persen dari seluruh permintaan untuk bepergian dengan maksud perawatan dibuat atas nama penduduk Gaza. Ketika Desember, proporsi tersebut menurun sampai kurang dari 42 persen.

 

Hal itu merupakan tingkat terendah dari persetujuan yang direkam sejak April 2009.

 

Lebih dari 1400 pasien terhambat memenuhi janji perawatan kesehatan pada Desember tahun lalu. Menurut WHO, itu adalah jumlah terbesar keterhambatan yang pernah direkam.

 

Di antara yang terkena imbasnya adalah 323 anak-anak.

 

Maram Aqil adalah bocah 11 tahun dengan kanker paru-paru. Dia telah menerima kemoterapi di RS Israel. Orangtua gadis itu berharap mereka tidak dihambat dari pergi lewat Erez.

 

“Terlambat kemoterapi selanjutnya akan membunuh Maram,” kata ibunya, Najah. “Itu kata dokter pada kami.”

 

Sebuah residen kamp pengungsi Jabaliya di Gaza, Maram adalah satu-satunya anak. “Ketika Maram tiba, kami pikir kami memiliki seluruh dunia,” kata Najah. “Tetapi aku pikir, kanker akan mengambil kebahagiaan yang kami rasakan.”

 

Sebuah penghalang besar ditemui oleh pasien dengan kondisi serius dan orang-orang yang menemani mereka adalah bahwa mereka dikenakan interogasi oleh pasukan Israel di Erez. Dokter untuk Hak Asasi-Israel telah menyatakan, “Israel secara tidak etis dan tidak bermoral mengeksploitasi kebutuhan-kebutuhan medis pasien-pasien Palestina, membuat mereka transit untuk perawatan medis yang kondisional pada (intelijen Israel) penginterogasian, dengan tujuan memeras mereka untuk intel.

 

Pada Januari tahun ini, Nidal Elian membawa anaknya, Muhammad, ke perbatasan Erez. Berumur 6 tahun, Muhammad menderita kanker paru-paru dan membutuhkan perawatan darurat.

 

Pasukan yang menempati pos pemeriksaan mencoba mem-blackmail Nidal. Mereka berkata padanya bahwa mereka akan mengizinkannya melewati Erez jika ia menjadi informan untuk militer Israel. Nidal menolak.

 

“Aku tahu penolakan ini seharga hidup anakku,” kata Nidal. “Mereka tidak akan pernah mengizinkanku untuk lewat sekarang dan mereka tidak akan pernah membiarkan anakku menyelesaikan perawatannya. Namun, aku tidak bisa menjual negaraku pada musuhku.”

 

*Sarah Algherbawi adalah seorang penulis lepas dan penerjemah dari Gaza.

 

(sumber berita dan gambar: Israel delays cancer treatment for Gaza children)

(penyunting: KUMO)

(sophi’s note: lagi belajar nerjemahin ceritanya. antara lagi bosen sama sedih, blog ini belum apdet-apdet. kalau ada masukan komen yaaa… semoga bermanfaat)

Advertisements
kajian, Liputan, refleksi diri, slice of life

Menjaga Kerinduan

Sebuah resume kajian pada ramadhan 1436 H

 

Bila Ramadhan hanyalah sebuah momentum. Ia datang setahun sekali membawa banyak lowongan kebaikan, membawa banyak berkah. Ia datang setahun sekali membawa perintah puasa. Ia datang setahun sekali membawa diskon besar-besaran, liburan panjang, dan bonus THR spesial. Sungguh momentum yang sangat istimewa. Ia memang bukan waktu satu-satunya waktu untuk melakukan perubahan. Akan tetapi, memenuhi hari dengan perubahan kebaikan adalah satu-satunya hal yang harus dilakukan di dalamnya.

 

Sudahkah ada target yang harus tercapai?

Sudahkah dituliskan rencana-rencana selama Ramadhan?

Sudahkah harap-harap cemas akan kedatangannya?

 

Agenda yang kadang terlalu padat atau malah terlalu luang, kadang melenakan. Ada banyak alasan yang dibuat atas kealpaan-kealpaan yang kerap menyambangi. Apakah sudah cukup berusaha untuk menghilangkan resah di hati? Kadang ada begitu banyak tanya yang kita mencukupkan diri untuk mencari jawabannya. Kadang ada sayatan yang bertambah ketika men-dzalim-i orang lain, dan abaikan saja. Kadang ada dongkol yang terus subur melihat kebahagiaan orang lain. Astaghfirullahal’adziim….

 

Begitulah mungkin yang terjadi ketika akal, hati dan jiwa melakukan tugas yang tidak semestinya. Misalkan untuk makan, cukup tugas untuk akal. Menghafal dan memahami itu tugas hati, dan tugas jiwa adalah ketika mendengar kalamullah. Jika telah sampai tahap jiwa, maka tingkatannya adalah ihsan.

 

Diperlukan jiwa yang kuat agar bisa mencapai tingkatan tersebut. Jiwa sendiri merupakan sosok yang pernah dekat dengan Allah dan berasal dari-Nya sehingga bisa diartikan bahwa jiwa adalah penghubung manusia dengan Allah dan alam akhirat. Jika jiwa diibaratkan ponsel dan yang membuat hubungan lancar adalah daya baterai dan pulsa maka daya tersebut dapat diperoleh dengan terus menabung kebaikan sehingga sinyalnya menjadi kuat.

 

Lalu, bagaimana dengan jiwa yang tidak bisa terhubung? Mungkin pulsanya habis dan sinyal hilang. Maka dari itu perlu di-charge berulang-ulang agar mempunyai cadangan yang tidak pernah habis. Momen itu telah Allah sediakan gratis plus plus bonus yaitu bulan Ramadhan.

 

Kebaikan yang diperlukan jiwa, utamanya tauhidullah. Shalat dan membaca Alquran adalah asupan untuk hati. Sedangkan jiwa adalah cinta kepada akhirat (hubbul akhiroh) dalam surah Al-A’rof telah disebutkan, Qoolu balaa syahidna…. Dan dalam bulan Ramadhan insya Allah adalah momentum yang pas untuk camp training.

 

Rasulullahﷺ Dalam hadits Qudsi bersabda: “Fainnahu lii, wa ana ajrihi bih … Puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya.”

 

Menjaga kerinduan akhirnya bukan sekadar ucapan dengan strategi sempurna di atas kertas. Bukan pula ke-alay-an hati dalam ber-baper-ria, bukan pula menolak segala yang ada dan diam. Menjaga kerinduan berarti berjuang. Terus meminta terus meminta terus meminta… agar sang pemilik rindu itu menjaga rindu kita. Dan mendekatkannya, memudahkannya. Bismillahirrahmanirrahim.

 

Semangat perubahan! Semangat menyongsong Ramadhan! Semangat menjaga kerinduan! Sudahkah kau siap, menyambut datangnya tamu yang penuh berkah? Sebentar lagi… sebentar lagi…

Liputan

Situs Menulis

Well, ini memang masih tahun baru. Silakan bagi yang merayakan tapi kadang-kadang suara kembang api menakuti saya tengah malam meskipun view-nya melankolis. Suer. Mendingan disetelin aja murottal malem-malem *dibekep*

Selagi masih awal-awal tahun, mau nulis lagi nih. Jika terlalu lama absen, nanti saya harus mulai lagi dari nol, emoh. Meskipun WB dan badmood sering mengacaukannya, saya tidak akan patah semangat. Yep, diputuskan itulah resolusi tahun baru saya. Apa resolusi tahun barumu?

Kembali ke topik yah. Bagi seorang penulis, (meskipun cuma nulis diary), tempat menulis itu sesuatu yang penting. Tempat yang mendorong penulis menuliskan idenya dengan bebas dan menuangkan gagasan dengan nyaman kadang menjadi suatu kebutuhan. Apalagi kalau di sana ada teman yang saling menyemangati, hmm senangnya….

Kali ini saya akan membahas beberapa laman menulis yang mungkin bisa menemanimu debut sebagai penulis nanti. amiin. Saya doakan, deh (saya mah tetep jadi penulis diary ajah).

  1. Storial.costoriallogo

Platform nulis baru yang dibikin oleh nulisbuku.com. Buat yang ingin menerbitkan buku mungkin di sini nih tempat yang cocok.

Meskipun masih baru, fiturnya lumayan lengkap. Desainnya mirip-mirip kalau mau nerbitin buku indie gitu. Ada menu rak pribadi, tempat menyimpan buku-buku favorit yang ingin kamu baca atau menu buku saya, tempat kamu menerbitkan buku. Pokoknya atmosfernya kayak penulis profesional gitu dah. Ada macam-macam kategori juga dari novel, cerpen, puisi, hingga fanfiksi dan skrip film juga ada lho. Plus di sana kamu bisa dapet info event-event menarik dari nulis buku dkk.
2. Kemudian.com

kemudian
Menulis seasyik main game. Yep, di sini nggak perlu takut nulis dan nggak selesai karena setiap penulis bisa melanjutkan tulisan penulis lainnya. Kalian akan dapet banyak teman plus masukan di sini karena ada sistem poin yang akan bertambah jika kalian menulis komentar di cerita orang lain dan berkurang jika posting cerita.

Oh ya setiap dua tahun anak-anak komunitas kemudian mengadakan BOR alias Battle of Realms lho yang terbuka untuk umum.

3. Fanfiction.net

FanFictionNetlogo
Laman ini mungkin cikal bakal komunitas penulis fanfiksi/ fiksi penggemar di indonesia alias INFANTRUM (Indonesian Fanfiction Forum). Dan tiap taunnya diadakan IFA (Indonesian Fanfiction Awards) dari sesepuh-sesepuh bagi fanfiksi yang masuk nominasi (biasanya sekitar Oktober/ November).

Segala macam jenis penulis dan cerita bisa ditemukan  di sini tapi tentu saja semuanya merupakan fiksi penggemar. Untuk rate di sini paling banyak yaitu M alias mature, secara pengertian yaitu untuk pembaca 16 tahun ke atas berisi konten non eksplisit materi dewasa, kekerasan, dan kata kasar yang ekstrim (dari kamus istilah perfanfiksian Indonesia). Well, tapi jangan terkejut lho kalo menemukan yang out of border hehe.

Anyway di sini lumayan rame lho, terutama di fandom-fandom tertentu. Happy writing and get along well.

Laman Facebook: Fanfiction.net World

4. Gramedia Writing Project

gwp

Hmm saya nggak bisa komen banyak sih karena belum bener-bener nyemplung ke sana. Pokoknya di sana adalah ruang menulis yang berkesempatan dilirik oleh editor-editor Gramedia. Pada mulanya GWP ini untuk seleksi penulis-penulis berbakat yang dilakukan secara tertutup namun selanjutnya, platform ini dibuka untuk umum agar bisa mendapatkan lebih banyak bibit unggul. Yuk mari-mari. Let them notice your talent!

5. Wattpad

wattyy

Mirip-mirip kayak storial. Disini kamu bisa menyusun ceritamu seperti novel dan lain-lain serta mengaturnya sesuai preferensi pribadi.
Dan masih banyak lainnya. Semisal Fictionpress.com sister-nya fanfiction.net, AO3 atau Archive of Our Own, dan masih banyak lagi (Kalau kalian tahu yang lain bisa ditambahkan di kolom komentar ya). Mungkin blogmu atau bahkan dropbox, apapun bisa asalkan membantumu lebih produktif untuk menulis.

So, enjoy and keep writing^^

 

 

Liputan

PAUD Anggrek

Diawali dari keprihatinan terhadap minat baca yang anak-anak di Desa Sengon yang kurang berkembang karena terbatasnya buku-buku. Desa Sengon adalah sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Ngambon, Bojonegoro, Jawa Timur. Memiliki dua buah PAUD dan sekolah dasar. Baru satu SD yang memiliki perpustakaan pun dengan koleksi yang sangat terbatas menjadikan anak enggan untuk sekadar mampir ke perpustakaan.

image021

Hal ini mungkin disebabkan dari PAUD yang kurang mengenalkan tentang buku. Buku bacaan sangat minim sehingga sedari kecil mereka belum biasa untuk berinteraksi dengan buku. Di PAUD sebenarnya pun ada almari penyimpanan buku yang berisi buku-buku pelajaran yang digunakan untuk siswa namun jumlahnya minim apalagi untuk buku bacaan.

image023

PAUD Anggrek adalah salah satu PAUD yang ada di Desa Sengon. Baru selesai direnovasi bersamaan dengan adanya kegiatan KKN-PPM UGM. Fasilitasnya kegiatan belajar mengajarkan sudah cukup hanya buku-buku penunjang untuk siswa dan guru sangat kurang. Disebabkan oleh terlambatnya permintaan pengelola, kami baru bisa mengusahakan setelah kegiatan KKN-PPM UGM berakhir.

image025

Berikut beberapa foto kegiatan tim KKN.JTM.AS.24 ketika membantu renovasi PAUD Anggrek.

image027

image029

image031

28.02.2015

Liputan

Daluang, Kertas Tradisional Indonesia

Hey, guys! Lama tak jumpa dengan saya pada liputan. Kemarin, tepatnya tanggal 14 Mei 2014, jurusan saya tercinta, Sastra Nusantara, kedatangan seorang tamu dari tanah Parahyangan yaitu Pak Tedi Permadi. Beliau adalah seorang seniman kertas atau bisa dibilang seniman daluang. Di kota Yogyakarta ini, beliau menjelaskan kepada kami mengenai daluang: sejarah serta cara pembuatannya. Di akhir sesi juga ditunjukkan secara langsung caranya dan kami bisa mencobanya sendiri.

Sebelum beranjak untuk membuatnya, udah pada tau belum sih apa itu daluang? Pernah melihatnya ‘kah? Banyak mungkin yang akan menjawab bahwa daluang adalah bahasa Jawa dari kertas. Akan tetapi sebenarnya pengertian itu kurang tepat. Daluang adalah kertas suci umat Hindu dan merupakan kertas tradisonal Indonesia. Sekitar tahun 60-an daluang dinyatakan punah. Tidak ada yang benar-benar mengetahui mengenai cara membuatnya. Hanya ada bentuk akhirnya yaitu banyak digunakan di naskah-naskah kuna. Diantaranya ada yang berupa khutbah idul fitri yang panjangnya mencapai 1,7 meter. Di dalam naskah-naskah tertentu memang disebutkan cara membuatnya namun tidak ada yang sepanjang itu, paling-paling ukuran A3+ dengan memanjang horizontal, dan mereka pun menghilangkan bagian-bagian penting: resep rahasia. Hingga saat ini, ada beberapa tempat yang diketahui sebagai pembuatan daluang yaitu: Madura, Garut (2004), dan Ponorogo (1997).

Pada dasarnya daluang dan kertas mempunyai fungsi dan bahan yang sama tapi mempunyai cara pembuatan yang berbeda. Kertas, dibuat dari pulp atau bubur kertas sedangkan daluang dibuat dengan cara menumbuk kulit kayu hingga melebar kemudiam diperam dan dijemur.

Jenis kulit kayu yang dipakai adalah dari pohon Saeh (Broussonetiapapyryfera Vent). Meskipun begitu, ia banyak memiliki sebutan/ nama lokal seperti daluang, dalancang, dluwang, dlancang, dilancang, dan lain sebagainya atau ulantage (sansekerta: yang diutamakan), bahkan dikenal sebagai half perkamen karena mirip dengan perkamen. Selain digunakan sebagai bahan media tulis, daluang yang tipis ini juga digunakan untuk pakaian pendeta, kopiah, karton. Fungsi lain daluang terutama bagi umat agama Hindu adalah sebagai ketitir dalam pelebon atau ngaben, sebagai kethu (mahkota penutup kepala untuk upacara keagamaan), tika (kalender hindu Bali), dan lain sebagainya. Dalam khazanah pernaskahan daluang juga banyak digunakan.

Seperti penggunaan media tulis dalam naskah serta media wayang beber yang panjangnya 4 meter tanpa sambungan.
Pada tahun 2004 karena kelangkaannya, daluang dihargai sangat mahal. Untuk ukuran 2 x 5 cm harganya Rp20.000,00, seukuran folio harganya Rp1.000.000,00, dan yang sebesar 50 x 200 cm harganya Rp15.000.000,00.
image019
Sekarang kita akan mulai mengenai cara pembuatan daluang. Persiapan yang pertama adalah kita menanam pohon daluang terlebih dahulu. Kemudian dirasa cukup umur, ditebang batangnya dan dikuliti. Buang kulit arinya lalu rendam dalam air dengan abu gosok, baking soda, atau apapun yang menghilangkan kadar asamnya. Jika direbus akan lama sekali, bisa lebih dari 6 jam. Kertas bebas asam akan tahan lama dan tidak mudah lapuk. Seperti halnya dapat dilihat pada buku-buku yang berwarna kusam lebih awet daripada buku-buku berwarna putih karena, menggunakan pemutih yang ada kadar asamnya. Kembali ke cara pembuatan, setelah direndam (minimal tiga har, jika berbusa diganti airnya), kulit kayu tersebut kemudian ditumbuk menggunakan penumbuk dari tembaga. Sebenarnya ada banyak motif penumbuk. Namun, yang kemarin digunakan adalah penumbuk bermotif garis vertikal yang jaraknya agak lebar dan ada yang pendek. Penumbuk yang berjarak lebar digunakan untuk melebarkan serat dan yang jaraknya pendek untuk menghaluskan. Ketika menumbuk, sebaiknya pada alas yang rata. Bagian yang ditumbuk adalah bagian punggung (yang menempel di batang kayu). Ukuran ketebalan kulit kayu akan menentukan seberapa lebar daluang yang bisa dibuat. Misal, kulit kayu setebal 6 mm bisa menghasilkan daluang sepanjang kurang lebih 15 cm. Terakhir, setelah mendapatkan lebar dan tebal yang diinginkan, dijemur pada batang pisang yang sudah dibersihkan, atau triplek yang dilapisi kain, atau lantai kayu (seperti saya).

Cara menumbuk kulit kayu:
a. Ditumbuk searah serat.
b. Untuk melebarkan, ditumbuk sambil bergeser ke kanan atau kiri.
c. Punggung di atas.
d. Sambil sedikit diangkat, ditumbuk.
e. Jika sudah, ditumpuk jadi dua kemudian ditumbuk menyilang (diagonal) untuk menyatukan serat.
f. Ketika sudah menyatu, ditumbuk searah serat lagi untuk dilebarkan selebar-lebarnya.

Trivia: Konon kata orang, selain batangnya dibuat untuk kertas, daunnya bisa dimakan sebagai lalapan tapi, hati-hati pohon ini banyak menarik ulat kecil-kecil. Tergantung tempat menanamnya, jika di daerah ‘perkebunan’ biasanya banyak ulatnya. Ada yang ditanam di kampus selama 12 tahun, sedikit ulatnya. Untuk yang ingin menanam pohon saeh, bisa menggunakan polibag untuk pembibitan. Ketika sudah tumbuh minimal 5 daun, dipilih satu cabang utama dan yang lainnya dibuang. Kemudian ia dipindah ke media tanam yang lebih luas (pekarangan). Setelah satu setengah tahun, bisa digunakan sebagai daluwang. Jangan dicabut, cukup ditebang dan disisakan sejengkal untuk kemudian ia bertunas lagi. Oh ya, tinta yang cocok untuk daluwang dan juga kertas-kertas lainnya adalah tinta yang tidak mengandung iron gol.

Di dunia banyak sekali kertas tradisional yang masih bertahan produksi dan pemanfaatannnya. Contohnya Washi di Jepang, dll. Produksi daluang terbesar sekarang di Thailand yang di sana disebut kertas sak.
(18.05.2014)

Liputan

Dengerin Gamelan, Yuk!

Hai guys, apa kabar? Tahu gamelan? Yap, kali ini saya bakal bahas liputan tentang sebuah permainan gamelan. Saya tahu, liputan ini telat yah, sangat telat. Tapi apa salahnya itung-itung sebagai arsip jalan-jalan hehe…

Tepatnya pada tanggal 4 Juli 2013 kelompok gamelan GAMASUTRA (Gamelan Mahasiswa Sastra Nusantara) diundang untuk rekaman di TVRI dengan title acara Konser Gamelan (atau apalah, saya lupa) yang ditayangkan dua pekan sekali setiap Kamis sore sekitar pukul 6. Karena bukan acara live, maka rekaman dimulai dari pukul 10 pagi hingga sekitar 3 sore (termasuk waktu latihan). Saya sendiri, yang notabene bukan pengrawit, datang ketika rekaman inti dimulai yaitu sekitar pukul 2 siang.

Acara dimulai dengan basa-basi dari pembawa acara. Kemudian dilanjutkan dengan alunan gendhing. Di sini mereka memainkan beberapa gendhing diantaranya: Menthok-Menthok, Yo Dadi Wayang, dan lainnya saya lupa^^v

Foto-foto ini saya ambil dari atas dengan kamera seadanya

image008

Ini Mas Tiko dan Bambang yang main bonang 😀image002

Pak Harto dan Pembawa Acara sedang ngobrol ria~

image006

Kalau yang ini Mas Bagus sedang diwawancara, hihi

image007

Dan pada akhir rekaman, saya berkesempatan sesi foto bersama seorang pengrawit, Ajeng.

image009

(25.07.2013)