kajian

Tujuan Hidup; Aku Seorang Muslim

seharusnya catatan sebuah kajian

 

Anak-anak sangat menyukai kisah-kisah epik. Tentang kekesatriaan dalam peperangan, aksi heroik dalam sebuah pengorbanan, atau pun mati karena mempertahankan harga diri dan tanah pertiwi. Itu semua baginya hanya kisah yang dikaguminya. Ketika ingatan masa kecil itu hanya berlalu samar-samar, dan ia hanya mengaku-aku mencintainya. Tak ada lagi di jaman ini figure baginya. Mungkin kurang tepat juga, karena ia sedang terisolasi pada sebuah wilayah yang hijau, yang makmur namun kebahagiaan itu semu. Mereka semua hanyalah manusia-manusia dalam layar kaca. Hidup dalam sandiwara melihat tayangan penuh kata-kata. Omong kosong.

Hari itu ia tengah berlari menyongsong hidupnya. Terengah-engah kecapekan, pikirannya jadi buntung. Untuk apa ia berlari dan mendapatkan semua ini. Bukankah setelah ini ia mati dan meninggalkannya?

Hidup di dunia ini bukan tidak selamanya. Allah ciptakan manusia tanpa sia-sia. Siapa bilang manusia tidak mungkin jadi baik? Siapa bilang perbuatan baik hanya untuk orang baik? Allah akan merubah suatu kaum jika kaum itu berniat merubahnya. Allah akan tinggikan derajat manusia sesuai dengan cita-citanya. Seperti kata Allah jua, Ia akan berikan apa yang hambanya inginkan. Anak itu mendesah, apa yang ia inginkan sebenarnya setelah tahu tentang ini begitu banyak. Terlalu banyak tawaran menggiurkan, ia sampai bingung akan meminta apa. Ataukah kini ia menjadi manusia-manusia instan yang diberi jadi tanpa perlu meminta. Malas bergerak, malas berucap, malas berpikir. Ah.

Sekarang tatapannya menatap sebuah tayangan, dari youtube? Tulisan bertekstur itu berkelebat satu persatu dengan gambar-gambar sampai menunjukkan seorang pria berbahasa Arab tengah berada di daratan China. Layar berganti menjadi sebuah pesantren kungfu anak-anak. Kamar tidur saat sebelum fajar sudah rapi bak hotel. Bahu-membahu mereka bersih-bersih asrama, ngepel, nyapu, dll. Lalu segera berkumpul ke lapangan dan berlatih kungfu. Ada sekitar 10.000 berbaris rapi tanpa ada yang berniat kabur atau melemahkan diri. Semua bersungguh-sungguh dan patuh. Kata sang pelatih, kungfu adalah pelatihan untuk menjadi tentara Tiongkok. Mereka belajar tentang kekuatan, pengorbanan, kedisiplinan, menang dengan maksimal, dan menerima kekalahan dengan sportif. Sedangkan tujuannya sendiri adalah untuk membentuk jiwa-jiwa yang tangguh. Militan.

Ganti file, sekarang tayangan menggambarkan Turki. Ada anak-anak usia-usia SD awal duduk di kursi DPR, pemerintahan, walikota, atau rektor. Mereka bukan hanya duduk-duduk, mendengarkan simulasi main-main. Tapi mereka belajar secara nyata, menjadi pemimpin sesungguhnya. Sehari. Bertemu klien, rapat, mengurusi masalah rakyat, dilakukan mereka. Mereka punya visi-misi mereka sendiri dan memaparkannya. Menjelaskan plan-plan lembaga mereka pada orang dewasa. Telah fasih lidah mereka.

Memang apa yang tidak mungkin bagi manusia? Selama ia punya Allah. Meskipun kisah Al-Fatih sendiri masih nampak bagai dongeng-dongeng pengantar tidur. Ia khatam menghafal Alquran di usianya yang ketujuh. Usia sembilan lidahnya mahir dalam 6 bahasa. Usia 14 menjadi walikota. Di usia 21 jadi panglima perang dan pada tahun ke 24 ia berhasil mewujudkan hadits Rasulullah saw. menaklukan kota Konstantinopel. Apa yang mustahil? Kaum muslimin sejak dulu bertempur dengan jumlah jauh di bawah musuhnya. Tak ada jurus-jurus khusus, trik-trik bermain pedang, atau latihan militer tambahan. Namun kemenangan demi kemenangan terus berjaya. Itu dulu. Beda dengan sekarang. Anak itu tercenung.

Lalu tersentak. “Setelah melalui proses penelitian yang panjang, bahwa yang membuat kaum muslimin dulu militan adalah dengan sebuah proses.” Tau militansi ‘kan? Tangguh itu lho. Di dunia ini pillihannya cuma satu jadi penguasa atau tewas sia-sia. Dan syarat menjadi penguasa itu kuat dan tangguh terhadap musuh. Sesungguhnya Ramadhan adalah momen yang pas untuk membentuk militansi tersebut. Militansi itu nantinya dalam ilmu dan fisik. Telah disebutkan dalam Al Baqarah ayat 247. Dan caranya tertera pada ayat sebelumnya, 185 – 186: banyak membaca Alquran dan memanjangkan shalat malam (khatam).

Ada banyak contoh sahabat yang mengkhatamkan Alquran dalam waktu singkat salah satunya imam Syafii yang mengkhatamkan 60x dalam bulan Ramadhan. Bagi orang era sekarang yang hidup dalam dunia kapitalis sepertinya agak susah ya. Kerjaan padat, rutinitas berbeda, de el el. Berarti yang yang harus ditingkatkan adalah mujahadah atau perjuangan. Jika ingin menjadi muslim yang kuat berarti harus siap berkorban. Berkorban capek, ngantuk, sakit, atau bahkan mati.

Manfaat berdiri panjang dalam shalat qiyammul lail:

  1. Menyembuhkan penyakit kronis
  2. Meningkatkan kecerdasan 10x lipat
  3. Menguatkan badan.

Orang muslim dulu yang dipilih menjadi panglima perang adalah orang yang kuat shalat malamnya dan kontinu. Begitu pun tentara-tentaranya. Sehingga tidak heran, dengan iming-iming seorang mukmin yang kuat itu bisa mengalahkan dua puluh orang kafir. Wallahua’lam bishshawwab.


Ustadz Syihabuddin AM (mudir Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima, Karanganyar) dalam sebuah tarhib bulan penuh perhelatan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s