Tungku di Pawon

Tungku di Pawon

Seperti api pembakaran yang telah lama padam
Abunya tertiup jauh oleh angin
Tiap debunya beterbangan sendiri-sendiri
Tak lama, harus tersimpul erat
Menyatukan hati tak semudah menyambung ucap
Ketika akhirnya ikatan itu boleh lepas
Ada yg terlalu dramatis
Ada yg biasa saja
Ada pula yg tidak peduli, cenderung bahagia

Seperti api pembakaran yg telah lama padam
Setumpuk sekam pun tak mampu menghidupkan
Angin tak lagi membantu mengumpulkan yg berserakan
Apakah sudah saatnya tungku dibuang?

Menyatukan hati bisa jadi semudah menyambung ucap
Hanya ucap yg ringan, hati mengambang
Selebihnya hanya angan-angan
Ketika menjauh seperti mati suri
Jatuh cinta pada memori

(30/11/14)


Latepost lagi. Kali ini mencuplik dariĀ catatan di android. Sony memang sudah hilang. Tapi evernote masih menyimpannya.

This is dedicated to SU2: mas Halwan, mas Eki, mbak Pit, Hakim, dan mbak Ria

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s