slice of life

Ketiduran

Capek. Kau benar-benar capek. Setelah seharian yang lalu nglaju Madiun-Yogyakarta berkendara mobil besar beroda empat. Berjalan kaki pulang di bawah kerlap-kerlip lampu jalanan. Setelah kau puaskan perut dengan sekotak mie aceh, tak lantas kau tidur. Bibir yang masih berbelah dua masih saja bergerak memuaskan hasratnya. Mumpung ada teman, batinmu waktu itu. Sementara waktu bergulir maju, dan kau mengetahui, besok masih ada yang harus ditandai.

Deretan pesan yang tak pernah habis seakan memakan seluruh daya baterai dan kecepatan ponselmu. Kesal, akhirnya kau putuskan menyerah. Pagi sudah terlalu terang. Kau sudah berjalan-jalan lagi. Namun, saat pulang, kau seperti menemukan tempat kembali. Kasur.

Awalnya memang mengindahkan, “Jangan lupa lho, nanti jaga stan, nanti rapat, nanti piket, lalalala … “ namun akhirnya mata yang setengah terpejam itu tak lagi dapat berpikir jernih. Seolah putus segala kontak dan rangsangan. Kau lelap. Tak lagi bisa mendengar panggilan-panggilan dari luar sana yang dibawa oleh semilir angin, yang makin meninabobokan.

Sauh sudah dibuang. Layar dikembangkan. Dan kau pun berlayar dengan kecepatan penuh ke samudera impian. Ada Rikkun, rumah besar, dan banyak lagi. Kau suka dengan semuanya. Semakin menjauhkanmu dari alam nyata. “Sebentar, kasurku merindukanku,” hanya sebuah alibi samar-samar.

Kau terlalu memanjakan tubuhmu yang katanya otot kawat balung wesi itu. Melembekkannya dengan tidur yang tak kira-kira. Smartphone di sampingmu masih terus berdering, memanggil-manggil. Matahari tergelincir, meninggalkan bualan-bualalan yang terpelintir. Tapi kau belum sadar jua.

Khalifah Umar tersentak bangun

Mendapati anaknya bertanya,

‘Ayah, kenapa engkau beristirahat

saat engkau tak bisa menjamin

akan dapat bangun dan menunaikan amanah lagi?’

 

Demi masa

Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali:

Mereka yang beriman,

Senantiasa beramal shaleh,

Dan saling nasehat-menasehati untuk senantiasa menetapi

Kesabaran dan kebenaran

Lampu kamar menyala karena suasana sekitar mulai gelap. Membuatmu terlonjak bangun. Adzan berkumandang. Hayya ‘alash sholah. Sebentar lagi Ramadhan datang. Apa yang sudah disiapkan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s