puisi

Pensil Warna

aku terantuk antuk
gemetaran melihat warna yang terpercik menyala-nyala
pada sebuah buku sketsa
lalu menangis tersengguk sengguk
:hanya dalam hati
tangan berkelayap kesana kemari
“Mana mana pensil warnaku”
Satusatunya yang membuat hidup
Seorang gadis dua dimensi
Pensil warna merah yang menoreh
Pergelangan tangannya: sampai meleleh

(21/10)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s