Review

Fasal 1 Pengertian Ilmu, Fiqih, dan Keutamaannya

Perbedaan orang pemikir dan berakal yaitu;
Orang pemikir belum tentu berakal namun orang berakal pasti pemikir dan mau menerima kebenaran dari Allah subhanahu wata’ala. Maka setiap muslim diwajibkan untuk menuntut muslim sebagaimana tertera dalam hadits Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassalam
“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim-muslimah.” HR. Muslim

Ilmu seperti apa yang harus kita pelajari? Ilmu kan banyak banget…

Kata Syeikh Az-Zarnuji tidak wajib semua ilmu. Tapi, ada yang namanya ilmu Hal. Apa sih itu ilmu Hal? Ilmu Hal itu adalah ilmu yang selalu diperlukan dalam melaksanakan agama, yaitu ilmu Ushuliddin dan Ilmu Fiqih. Selain itu juga berilmu terkait dengan amal yang akan dilaksanakan. Jadi ketika melaksanakannya kita nggak hanya ikut-ikutan dalam melaksanakannya. Bisa jadi, dalam satu waktu kita memiliki banyak ilmu yang harus dipelajari dan tentunya disusun menurut skala prioritas. Misal: (1) Ilmu mengenai ibadah fardhu (2) Ilmu yang berkaitan dengan profesi yang dijalani dan interaksi sosial (3)Ilmu tentang masalah hati.

Tidak semua ilmu wajib dipelajari ada yang bersifat fardhu kifayah juga lho. Misalkan ilmu falaq (ilmu yang berkaitan tentang perbintangan) dalam suatu daerah jika ada yang sudah pakar meskipun hanya seorang/ beberapa maka gugur kewajiban pada yang lainnya.

Ilmu juga yang membedakan manusia dengan hewan. Ilmu merupakan perantara menuju ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan bisa menjadi perhiasan bagi pemiliknya serta mengantarkan pada kemuliaan. Bagaimana bisa? Yaitu dengan ilmu kita bisa memberi manfaat kepada yang kurang ilmunya. Jika sudah dirasa kurang bermanfaat berarti saatnya leveling nih, upgrade! Upgrade!

Tahu nggak kelebihan ilmu itu apa aja?
• Ilmu yang bermanfaat itu bagaikan pohon yang berbuah ibadah
• Ilmu itu lebih utama daripada ibadah. Tidur orang yang berilmu lebih disukai daripada ibadah orang yang tak berilmu.

Oh ya tentang ilmu fiqih juga ada yang bilang lho, sebaik-baik pemimpin adalah yang faqih karena ia merupakan pelindung bagi pemiliknya dari marabahaya. Namun jika tidak ditadabburi dengan sungguh-sungguh makan akan jadi bumerang.

Imam Abu Hanifah dan Muhammad bin Hasan bilang bahwa orang zuhut itu orang yang menjaga dirinya dari hal-hal syubhat dan makruh dalam segala aktivitas agama.
Beberapa kriteria orang berdasarkan ilmunya yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali dan pernah disampaikan juga oleh Kholil bin Ahmad:
“Orang yang berilmu dan paham bahwa dia berilmu
Orang yang berilmu tapi tidak paham bahwa dia berilmu
Orang yang tidak berilmu dan dia paham bahwa dia tidak berilmu
Orang yang tidak berilmu dan dia tidak paham bahwa dia tidak berilmu”

Termasuk yang manakah kamu? Semoga Allah melindungi kita semua dari bahaya ketidaktahuan dan ilmu yang tidak bermanfaat. Allahua’lam bisshawwab.

23 September 2014
written on, 23.02.2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s