Cuacanya Random

Udara terlampau panas. Ann melepas baju luarnya saat mereka baru saja tiba. Menyisakan hanya korset dan rok renda selutut. Tak dipedulikannya Sam yang masih berbaju rapi—hem putih dengan dalaman t-shirt, dan celana khaki—. Mereka akan melakukan workshop masakan Indonesia di rumah mas Indra. Siapa sangka masakan itu adalah barbeque ala Indonesia alias sate? Kata mas Indra yang bikin khas itu bumbunya yang menggunakan lime kafein (?) dan kacang ulek plus sambal kecap dengan bawang-bawangan.

Tutorial yang membosankan mungkin akan segera diganti segera. Tiga jam lebih tersiksa dengan kosakata, tata bahasa, juga percakapan sekarang mereka bersenang-senang. Padahal wajah para tutor berkerut masam sambil nge-bathin ‘Sampai jam berapa ?’

Toh, mereka akhirnya tertawa-tawa. Berkeliling pendopo yang tidak mirip pendopo sama sekali. Sambil menggenggam janur yang sudah diserut-serut oleh Jacob yang kebingungan. Sate sudah dibumbui dan ditusuk. Ia sudah cuci tangan tapi masih saja helaian janur meluncur mulus dari jari-jemarinya. Banyak yang telah gugur. “I’m give up.” Kata Rebecca. Disusul Ann, lalu Frank yang nimbrung bersama Wyatt akhirnya di tempat bebakaran. Wajahnya memerah kepanasan. Bara mengepul-kepul. Kyllie begitu persisten dengan mbak Wanda yang membantunya mewujudkan sebuah ketupat. Jari-jemari Wardah mulai frustasi memerhatikan Winona yang tidak bisa-bisa. “Rumit.” Katanya. Entah salah siapa. Para tutor malah ngobrol sendiri sampai satenya matang. Dan kemudian datanglah serenteng ketupat. Padahal punya Kyllie yang baru jadi belum terisi beras sama sekali.

Tetap saja, akhirnya Kyllie yang menerima penghargaan atas tangannya dan juga kata-katanya, “I’m understand the theory but, not for the practice.” Sate ayam besar-besar dan ketupat entah darimana, dia jadi yang pertama. Aku tak berselera saat semuanya bilang enak. Sebenarnya asam lambungku mulai bereaksi saat satu gigitan ayam meluncur mulus melalui kerongkongan. Biar bohong sedikit. Kontrol tetap di mulut. Langit sudah mulai menggelap.

…jam 2 sampai jam 4. Tanganku sibuk mencoret-coret tugas life plan. Frank hanya memakai kaos tipis menghampiri Wardah di dekatku. Menyuruh-nyuruh makan tapi tak mau. Kenyang. Kita malah ngobrol. Tentang muslim, dan atau katolik. Mereka, Frank seorang Katolik juga melakukan ritual bakar-bakar janur kemudian abunya dioleh di kening membentuk tanda salib. Holy week, itu yang aku baca di wikipedia. Mereka melakukannya sebelum Paskah. Sebagai bentuk identitas tanda itu tak boleh dihapus seharian.
Saat melihat teman-teman muslimnya di kampus beribadah, “I wanna like that. Praying when sunrise.” Terharu kata dia. Aku iya-iya saja, padahal kemudian berpikir sejak kapan umat muslim menyembah sunrise? Bukankah diantara sebelum waktu-waktu itu?

Frank lucu. Gestur dan mimik wajahnya sangat ekspresif. Begitupula ketika bertanya tentang populasi muslim di Indonesia. Gelagapan aku sudah lama tak baca berita. “Berapa jumlah yang berhijab dibanding yang tidak?” seketika aku sadar akan hawa panas lagi. Udara yang mengalir tiba-tiba berhenti. Terpaksa atau tidak aku menaikkan sedikit kain yang menjuntai ke dada. Kipas-kipas. Frank nyengir menunggu jawaban. Wardah menatapku. Aku hanya geleng-geleng sambil angkat bahu. “Mungkiiin, banyak. Karena jilbab sekarang jadi tren fashion ya?”
Kemudian Frank bercerita lagi tentang temuannya di Batam. Muslim di sana. Dan ia ambil air mineral lagi untuk kesekian kalinya.
Angin malam mulai semilir. Rebecca susah payah disuruh berbaju lagi. Di depannya aku ngebut. Menerbangkan keringat-keringat di baju yang menempel lebih dari kutu. Bau.

(catatan lama: random Juni 2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s