Keuletan Seorang Gadis Kecil: Resensi

Hei-hei, apa kabar semua? Kali ini aku mau bercerita sedikit tentang koleksi perpustakaanku di rumah. Sebuah novel berukuran saku yang penuh hikmah dan menarik untuk dibaca.

Judul : Tiga Tangkai Mawar

Penerbit : Beranda Hikmah, 2004

Jumlah halaman : 137 hal

Pengarang : Sin Soekarsono

Genre : Anak-anak, persahabatan

Novel ini berkisah tentang persahabatan anak kelas 5 SD bernama Anis, Mimi, dan Mira. Anis adalah seorang siswa baru di sekolah Mimi dan Mira. Kakinya timpang sehingga ia harus memakai kruk. Tapi, itu tak menyurutkan semangat belajarnya. Malah ia termasuk anak pandai di kelasnya. Mulanya, ia dibenci oleh Mira karena merasa tersaingi oleh kehadirannya. Bahkan, Mira pun sempat menjebak Anis tentang tuduhan pensil baru Bu Guru yang pura-pura disembunyikan ke dalam tas Anis. Tetapi, Mimi yang menyukai Anis menyelamatkannya dari tuduhan tak beralasan itu. Malah akhirnya, mereka bertiga, Anis, Mimi, dan Mira pun menjadi sahabat baik.

Anis yang pandai pada pelajaran ternyata juga pandai membuat jepit rambut kupu-kupu yang bahan-bahannya terbuat dari bahan bekas pabrik kompor tempat kakaknya bekerja. Semula, Anis membuat jepit rambut itu untuk dirinya sendiri ataupun di bagi-bagikan kepada teman-teman dan tetangganya. Tetapi, ia malah diminta oleh Bu Guru untuk membuat jepit rambut kunang-kunang lima puluh pasang untuk perpisahan kelas enam. Ia juga diminta untuk menyanyikan lagu Sejuta Kunang-Kunang yang merupakan lagu yang penuh sejarah baginya. Semula Anis merasa rendah diri. Tapi berkat kepercayaan dari teman-temannya ia dapat mengerjakan itu semua dengan baik.

Pada saat kenaikan kelas 6, Anis meraih peringkat pertama. Tetapi, ia bingung nantinya mau melanjutkan ke SMP mana karena keterbatasan biaya. Perlahan-lahan, ia mulai menjauh dari teman-temannya terutama saat membicarakan SMP tujuan masing-masing. Mimi yang keheranan mulai merasa aneh pada Anis. Hingga akhirnya, mereka menjadi bertengkar. Tetapi, dapat berdamai kembali berkat bantuan dan pengertian dari Bu Guru. Dan Anis pun dapat tersenyum kembali. Sadar bahwa apa yang dilakukannya itu salah.

Ia malah semakin semangat belajar kelompok dengan Mimi untuk ujian akhir meski kelak nanti tak dapat melanjutkan sekolah. Anis juga tetap terus membuat jepit rambut yang hasilnya semakin bagus dan rapi. Berkat bantuan Mimi dan Mira yang membeli jepit-jepit rambutnya, tabungan Anis kini telah terkumpul cukup banyak. Dan cukup untuk melanjutkan ke SMP nanti.

Fuahh… cerita yang bagus dan cukup mengharukan buat anak-anak [di situ memang tertulis untuk usia 7-12 tahun] tetapi boleh juga dibaca oleh yang umurnya lebih tua. Tapi mungkin kurang cocok yah… Soalnya bahasa dan alur ceritanya juga sederhana yang mudah dipahami oleh anak-anak. Bagi yang berminat bisa beli di toko buku. Aku nggak tau kalau sudah nggak ada. Soalnya aku belinya sekitar tahun 2004 atau 2005. Tapi, sayang punyaku udah hilang halamannya hampir setengah buku habis dipinjemin ke temennya adekkuu, hiksss….

(reblogged from 25.07.2009)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s